• Latest News

    Rabu, 09 September 2015

    Sebelum Terbakar Eva Sempat Telepon Adik Minta Tolong


    Nontoncinta.com - Dua orang warga Pematangsiantar, yang menjadi korban tewas kebakaran ruko di Jalan Sutomo, Kota Medan, Minggu (6/9/2015) kemarin, tiba di Pematangsiantar, Senin (7/9/2015) sekitar pukul 11.00 WIB.

    Keduanya, Eva Darmayanti, warga Jalan Sutomo, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat dan Erik Salim warga Jalan Sriwijaya, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar.

    Kedua jasad ini terbungkus dalam peti mati dibawa dua mobil ambulans RSUD Pringadi Medan, langsung menuju Balai Persemayaman Yayasan Bhakti Kesejahteraan Sosial (YBKS) di Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara untuk disemayamkan.

    Han Hai (32) abang kandung Erik Salim ketika ditemui di Balai Persemayaman YBKS, mengatakan sudah ada tanda-tanda adiknya akan pergi untuk selama-lamanya.

    “Baiknya dia selama ini. Di Medan kerja di asuransi kesehatan di PT Common Wealth Life. Erik anak paling kecil dari empat bersaudara,” ucap Han Hai singkat.

    Di tempat terpisah, salah satu keluarga Eva Darmayanti, Wak Kuma (60)  saat ditemui di kediamannya Jalan Sutomo, mengaku tidak ada gelagat apapun terhadap kepergian kemanakannya.

    Di mata Wak Kuma, sosok Eva merupakan gadis yang baik, ramah dengan keluarga dan rajin kerja.

    “Eva itu kerja sambil kuliah. Anaknya rajin, baik, dia kerja di BII Jalan Katamso Medan. Sebelumnya sempat kerja di Ramayana dan Bank Mayapada,” kenang Wak Kuma.

    Wak Kuma bertutur, tiga bulan terakhir dia dan Eva sering saling teleponan menanyakan kabar masing-masing.

    “Ngomong melalui telepon nanya kabarku dia. Jadi kubilang aku sudah kirim duit satu juta bantu dia, karena dia bulan September ini mau wisuda, skripsi sudah siap disusunnya,” terang Kuma.

    Sepengetahuan Wak Kuma, kabar yang didapat dari adik kandung Eva, detik-detik sebelum Eva tewas terbakar mengatakan, pas ruko itu terbakar Eva terkurung tak bisa keluar menyelamatkan diri karena pintu utama gedung empat menuju gedung tiga terkunci .

    “Adik si Eva tinggal di situ juga. Pas kejadian itu keluar beli makanan, Eva sempat menelepon adiknya minta tolong. Tapi pas sampai di sana adiknya tak bisa masuk sebab api sudah besar,” terang Kuma meniru ucapan adik Eva.

    Eva merupakan anak pertama dari dua orang bersaudara dari pasangan Liang Ming Yan atau panggilan akrab Liang Min Sin (50) dan Wan Lin Lie Chen.

    “Liang Min Sin itu adik laki-laki saya. Anaknya dua, di sini dulu buka toko ponsel tapi udah dua tahun tutup tak jualan lagi. Eva udah empat tahun tinggal di Medan,” ucap Wak Kuma.

    Ternyata dalam bermasyarakat di lingkungan tempat tinggal Liang Ming Yan di Jalan Sutomo kurang begitu akrab dengannya. Bahkan Sunaryo (61) pemilik toko obat Kita, merupakan tetangga tak mengetahui bahwa Liang Ming Yan mengalami musibah.

    “Engak tahu aku, namanya aja ngak tahu. Kurang akrab kami. Aku cuma tahu anak dua orang sekolah di Medan,” terang Sunaryo.

    Bahkan pakcik korban, Liong Meiling (74) juga tinggal bersebelahan, mengaku tak tahu keseharian kehidupan mereka.

    “Cuma tahu anak perempuan kuliah di Medan di universitas mana tak tahu,” terang Liong Meiling.

    Amatan di Balai Pemakaman YBKS, kerabat kedua korban berdatangan silih berganti untuk mengucapkan bela sungkawa dan mengirim doa untuk kedua korban.

    Jasad Eva Darmayanti dan Erik Salim diletakkan dengan posisi bersebelahan dengan dipisah dinding pembatas dari kain putih.

    Hingga satu jam lebih menunggu, tak terlihat orang tua Eva dan Erik. Menurut pengakuan kerabat yang melayat di tempat tersebut mengaku orang tua Eva dan orang tua Erik sedang berada di luar.

    “Tadi ada di sini kok, mungkin ada urusan,” terang salah satu kerabat korban.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Sebelum Terbakar Eva Sempat Telepon Adik Minta Tolong Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top