Nontoncinta.com - Gadis 15 tahun ini tidak takut sakit. Ibunya yang suka berjudi sering memarahinya ketika kalah, ayah tirinya suka memukulnya ketika mabuk, baginya sakit adalah hal biasa.
Jadi ketika ia hamil sebelum menikah dan pacarnya ditangkap polisi, ia sama sekali tidak punya uang untuk bersalin. Akhirnya ia melahirkan bayinya di toilet, ia hanya tahu harus menggunting tali pusarnya, namun ia menyadari tali pusarnya masi ada di dalam pertunya, kemudian ia menariknya keluar, karena sakit yang terlalu, ia akhirnya pingsan.
Kira-kira 2 jam kemudian, dirinya ditemukan, ada seorang yang berbaik hati mengantarnya ke rumah sakit dan dengan cepat mempelajari kondisinya : Karena plasenta tidak keluar dengan sendirinya pasca melahirkan, menyebabkan rahimnya tidak dapat mengecil, ia dengan paksa menariknya keluar, ingin mengeluarkan plasentanya, sehingga ada sebagian plasenta yang tertarik keluar dan menyebabkan pendarahan.

Karena kondisinya sekarat, untuk mempertahankan hidupnya, dokter harus mengangkat rahimnya. Ketika keluarga gadis ini tiba di rumah sakit, ibunya malahan menolak untuk menandatangan persetujuan operasi. Ia berkata, "Anakku baru 15 tahun, kalau tidak ada rahim mana bisa menikah dengan orang kaya. Aku tidak mau tandatangan, kalau dia mati, aku akan gugat pihak rumah sakit!"
Saat itu perawat rumah sakit sangat marah, "Waktu tidak akan menunggu, kalau dia mati, siapa yang bertanggungjawab? Kamu jadi ibu tidak perduli hidup anakmu sendiri, cuman pentingin uang saja. Mana ada ibu macam ini?"
Akhirnya dokter yang menanganinya memeriksa keadaannya, dan meminta ayah tirinya yang telah sadar dari mabuk untuk menandatangan pengangkatan rahim gadis ini.
Baru 15 tahun usianya, masi di usia yang sangat dini dan muda, ia masi berada di masa remaja yang harusnya sangat menyenangkan, namun harus menghadapi kejadian yang seperti ini. Kalau saja orangtuanya lebih memperhatikan dan mencintainya, mungin hal semacam ini tidak akan terjadi.




