Adisorn Nuchdamrong, Deputi Direktur Jenderal Departemen Taman Nasional Thailand menyatakan, 40 bangkai bayi harimau tersebut ditemukan di area dapur kuil. “Bayi harimau ini pasti sangat berharga sehingga kuil menyimpan mereka. Namun untuk tujuan apa, hal ini masih dalam penyelidikan kami”.
Kuil juga tengah diselidiki terkait kemungkinan adanya penyalahgunaan wewenang dan perdagangan satwa ilegal. Sementara para biksu tidak bersedia memberikan komentar.
Sebelum ditemukannya bayi-bayi harimau, pejabat berwenang sudah memindahkan 52 harimau hidup dari kuli ini sejak Senin, 31 Mei 2016. Hingga kini tersisa 85 ekor harimau di kuil tersebut.
Selasa, 31 Mei 2016 kelompok masyarakat untuk perlakuan etis terhadap hewan menyatakan kuil menjadi "neraka bagi hewan" dan menyerukan para turis untuk berhenti menyaksikan atraksi binatang.
Thailand telah lama menjadi salah satu negara dengan tingkat perdagangan gelap yang cukup tinggi. Di antaranya perdagangan satwa liar, produk hutan dan gading. Burung-burung eksotis, mamalia dan reptil yang terancam punah bahkan bisa ditemukan di pasar-pasar lokal di negara ini.




