• Latest News

    Selasa, 11 Agustus 2015

    Cinta Kasih Sayang Seorang Ibu

    Ibuku hanya memiliki satu kaki
    dan satu mata, Aku membencinya
    sungguh memalukan. Ia menjadi
    juru masak di rumah tetanggaku
    dan berjualan kue di sekolahku,
    untuk membiayai keluarga. Suatu
    hari ketika aku masih SD, ibuku
    datang. Aku sangat malu. Mengapa
    ia lakukan ini?



    Aku memandangnya dengan penuh
    kebencian dan melarikan diri. Ibuku
    terdiam hanya memandang. Keesokan harinya di sekolah. “Ibumu hanya punya satu kaki dan satu mata. ?!?!” Iieeeeee, jerit seorang temanku. Aku berharap
    ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu,
    “Bu, Mengapa Ibu tidak punya satu kaki dan satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan lebih baik Ibu mati saja !!!” Ibuku tidak menyahut. Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini. Mungkin karena Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya
    sangat terluka karenaku.

    Malam itu. Aku terbangun dan pergi
    ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya. Ia memandangku sejenak, dan kemudian berlalu dengan kaki pincang. Akibat perkataanku tadi,
    hatinya tertusuk. Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu kaki dan matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang
    yang sukses.

    Kemudian aku belajar dengan tekun, ibuku terus bekerja membelikanku baju, buku sekolah, membayar uang sekolah. Dan akhirnya aku lulus dan mendapat
    beasiswa masuk perguruan tinggi Kutinggalkan ibuku dan pergi ke Jakarta untuk menuntut ilmu. Lalu aku pun menikah. Aku membeli rumah. Kemudian akupun memiliki anak. Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang
    sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku. Kebahagian ini bertambah terus dan terus,

    ketika ibuku datang ke rumahku. Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku. Dengan terlihat kepanasan di wajahnya, berkeringat dan
    terengah-engah dengan kaki dan mata satunya. Seakan-akan langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri melihat bentuk ibuku yang gak karu-karuan. Kataku, “Siapa
    kamu?! Aku tak kenal dirimu!!”Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku! !” “KELUAR DARI SINI! SEKARANG!! Ibuku hanya
    menjawab perlahan, “Oh, maaf Sepertinya saya salah alamat,”dan
    ia pun berlalu dengan tongkat kakinya. Untung saja ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega. Akutak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega.

    Suatu hari, sepucuk surat undangan
    reuni sekolah tiba di rumahku di
    Jakarta. Aku berbohong pada
    istriku bahwa aku ada urusan
    kantor. Akupun pergi ke sana.
    Setelah reuni, aku mampir ke gubuk
    tua, yang dulu aku sebut rumah..
    Hanya ingin tahu saja.
    Di sana, kutemukan ibuku
    tergeletak dilantai yang dingin.
    Namun aku tak meneteskan air
    mata sedikit pun. Ada selembar
    kertas di tangannya. Sepucuk surat
    untukku. ”Anakku..Kurasa hidupku
    sudah cukup panjang.. Dan aku
    tidak akan pergi ke Jakarta lagi.
    Namun apakah berlebihan jika aku
    ingin kau menjengukku sekali ?
    Aku sangat merindukanmu. Dan aku
    sangat gembira ketika tahu kau
    akan datang ke reuni itu. Tapi
    kuputuskan aku tidak pergi ke
    sekolah. Demi kau. Dan aku minta
    maaf karena hanya membuatmu
    malu dengan keadaan cacat fisiku.
    taukah kamu anakku, ketika kau masih dalam
    kandungan ibu mengalami
    kecelakaan , ketika ibu masih hamil
    seseorang telah dengan sengaja
    menabrak kaki ibu hingga patah.
    Tetapi untung kandungan ibu
    selamat, akhirnya ibu melahirkan
    bayi lucu yaitu kamu, tetapi sayang
    tuhan hanya memberikan mu satu
    mata .Sebagai seorang ibu, aku tak
    tahan melihatmu tumbuh hanya
    dengan mata satu. Maka aku
    berikan mata satuku kepadamu,.
    Aku sangat bangga padamu yang
    telah melihat seluruh dunia
    untukku, ditempatku, dengan mata
    itu. Aku tak pernah marah atas
    semua kelakuanmu. Ketika kau
    marah padaku.. Aku hanya
    membatin sendiri, “Itu karena ia
    mencintaiku” Anakku! Oh,
    anakku!”
    Akupun menangis sekeras dan
    memeluk ibuku erat-erat meminta
    maaf, namun sayang ternyata Ibuku
    sudah beberapa jam lalu meninggal
    dalam kesendiriannya.
    Bersyukurlah atas apa yang Anda
    miliki sekarang dibandingkan apa
    yang tidak dimiliki oleh jutaan
    orang lain! Luangkan waktu untuk
    mendoakan ibu Anda……
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Cinta Kasih Sayang Seorang Ibu Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top