Nontoncinta.com - Chuang Mu atau Cheng Bu (Bunda Tempat Tidur) juga disebut "Chuang Shen" atau Dewata Tempat Tidur atau Goddess Of Beds , juga dijuluki "Gong Po Mu" (baca: Kong Po Mu).
Bagi kalangan ibu-ibu, beliau adalah sosok dewi pelindung putera-putrinya.
Asal usul memuja Chuang Mu dapat ditelusuri dari kisah zaman Tiongkok Kuno, dimana seorang pelajar bermarga Guo (Kwok), saat sedang melakukan perjalanan menuju ibukota untuk mengikuti ujian besar bertemu dengan seorang wanita penjual kipas dan saling jatuh cinta satu sama lain bahkan melakukan hubungan suami-istri, namun siapa sangka sang pelajar tiba-tiba jatuh sakit dan meninggal, sang gadis ketakutan hingga memutuskan untuk menguburkan mayat pelajar di bawah ranjang. Tak lama kemudian sang gadis ternyata mengandung kemudian melahirkan seorang putra. Untuk menghibur arwah sang pelajar, ia sering menghidangkan sajian di atas ranjang, orang-orang merasa aneh dan bertanya, lalu ia menjawab "Sembahyang kepada Chuang Bu maka anak-anak akan tumbuh dengan sehat". Sejak saat itu tradisi ini mulai berkembang secara luas.
Sesungguhnya kisah di atas hanyalah sebuah legenda, sebenarnya Chuang Mu adalah Dewata Ranjang/tempat tidur, tradisi memuja Chuang Mu berawal dari kepercayaan zaman Tiongkok Kuno yang primitif, mengagungkan benda mati seperti dapur, sumur, pintu, jendela dan sebagainya. Mereka beranggapan sepertiga kehidupan manusia dihabiskan di atas ranjang, terutama bayi yang masih kecil, waktu tidur sangat panjang, boleh dikatakan hampir seluruh waktu dihabiskan di ranjang maka tidak heran kalau ranjang menjadi sesuatu yang penting dan bahkan didewakan serta dianggap sebagai pelindung.
Anak-anak sejak dilahirkan hingga berumur 15 tahun, masih di bawah perlindungan Chuang Mu, sehingga pada hari ketiga bayi dilahirkan harus segera memberi sajian sembahyang kepada Chuang Mu, kemudian saat bayi jatuh sakit juga harus segera sembahyang kepada Chuang Mu memohon penyembuhan. Selain itu pada Hari Raya Imlek tepatnya tanggal 15 juga harus sembahyang untuk memohon keselamatan anak. Di samping itu, ada juga yang melakukan pemujaan di hari Cheng Beng, Duan Wu Jie (Festival Bak Cang/Perahu Naga) dan hari besar lainnya.
Chuang Mu tidak memiliki wujud rupang, biasanya pada saat pemujaan cukup dilakukan di atas ranjang dengan menempatkan sajian dan hiolo sebagai simbol.
CARA SEMBAHYANG KEPADA CHUANG MU ;
Tujuan > Dewi Pelindung Bayi Chuang Mu
Tempat > Di atas ranjang anak yang berusia 16 tahun ke bawah
Waktu > Sore pukul 06.00
Sajian > Nasi minyak (yu peng), gluten vegetarian 1 porsi, teh 3 cangkir, kacang tanah 1 mangkok.
Urutan > Sajikan barang di altar, nyalakan lilin, sajikan teh, bakar dupa 3 batang memohon perlindungan Chuang Mu, setelah dupa terbakar 1/5 bagian, kedua tangan mengambil kertas sembahyang dan Chuang Mu Yi (baju cheng bu), ayunkan di depan Cheng Mu lalu bakar kemudian segera simpan sajian (segera!tidak boleh ditinggal!).
Bagi kalangan ibu-ibu, beliau adalah sosok dewi pelindung putera-putrinya.
Asal usul memuja Chuang Mu dapat ditelusuri dari kisah zaman Tiongkok Kuno, dimana seorang pelajar bermarga Guo (Kwok), saat sedang melakukan perjalanan menuju ibukota untuk mengikuti ujian besar bertemu dengan seorang wanita penjual kipas dan saling jatuh cinta satu sama lain bahkan melakukan hubungan suami-istri, namun siapa sangka sang pelajar tiba-tiba jatuh sakit dan meninggal, sang gadis ketakutan hingga memutuskan untuk menguburkan mayat pelajar di bawah ranjang. Tak lama kemudian sang gadis ternyata mengandung kemudian melahirkan seorang putra. Untuk menghibur arwah sang pelajar, ia sering menghidangkan sajian di atas ranjang, orang-orang merasa aneh dan bertanya, lalu ia menjawab "Sembahyang kepada Chuang Bu maka anak-anak akan tumbuh dengan sehat". Sejak saat itu tradisi ini mulai berkembang secara luas.
Sesungguhnya kisah di atas hanyalah sebuah legenda, sebenarnya Chuang Mu adalah Dewata Ranjang/tempat tidur, tradisi memuja Chuang Mu berawal dari kepercayaan zaman Tiongkok Kuno yang primitif, mengagungkan benda mati seperti dapur, sumur, pintu, jendela dan sebagainya. Mereka beranggapan sepertiga kehidupan manusia dihabiskan di atas ranjang, terutama bayi yang masih kecil, waktu tidur sangat panjang, boleh dikatakan hampir seluruh waktu dihabiskan di ranjang maka tidak heran kalau ranjang menjadi sesuatu yang penting dan bahkan didewakan serta dianggap sebagai pelindung.
Anak-anak sejak dilahirkan hingga berumur 15 tahun, masih di bawah perlindungan Chuang Mu, sehingga pada hari ketiga bayi dilahirkan harus segera memberi sajian sembahyang kepada Chuang Mu, kemudian saat bayi jatuh sakit juga harus segera sembahyang kepada Chuang Mu memohon penyembuhan. Selain itu pada Hari Raya Imlek tepatnya tanggal 15 juga harus sembahyang untuk memohon keselamatan anak. Di samping itu, ada juga yang melakukan pemujaan di hari Cheng Beng, Duan Wu Jie (Festival Bak Cang/Perahu Naga) dan hari besar lainnya.
Chuang Mu tidak memiliki wujud rupang, biasanya pada saat pemujaan cukup dilakukan di atas ranjang dengan menempatkan sajian dan hiolo sebagai simbol.
CARA SEMBAHYANG KEPADA CHUANG MU ;
Tujuan > Dewi Pelindung Bayi Chuang Mu
Tempat > Di atas ranjang anak yang berusia 16 tahun ke bawah
Waktu > Sore pukul 06.00
Sajian > Nasi minyak (yu peng), gluten vegetarian 1 porsi, teh 3 cangkir, kacang tanah 1 mangkok.
Urutan > Sajikan barang di altar, nyalakan lilin, sajikan teh, bakar dupa 3 batang memohon perlindungan Chuang Mu, setelah dupa terbakar 1/5 bagian, kedua tangan mengambil kertas sembahyang dan Chuang Mu Yi (baju cheng bu), ayunkan di depan Cheng Mu lalu bakar kemudian segera simpan sajian (segera!tidak boleh ditinggal!).




