Dalam penggerebekan tersebut petugas berhasil mengamankan tujuh pemain dan operator warnet. Bahkan, tak cuma pemain dan operator yang diboyong petugas, empat unit monitor beserta mesin CPU juga turut dibawa ke Mapolrestabes Medan.

Dugaan praktek judi online itu sudah sangat meresahkan masyarakat sekitar.
“Baru saja digerebek bang, lumayan cepat penggrebekannya tadi. Semua pemain yang ada didalam warnet itu ditangkap polisi. Tiba-tiba saja penggrebekannya bang,” ujar salah seorang warga sekitar yang duduk tepat di seberang warnet Chandra.
Dalam Penggrebekan, sambungnya, pada saat petugas masuk, para pemain dan operator yang ada di dalam warnet tidak bisa mengelak lagi dan tidak ada yang mencoba melakukan perlawanan.

“Sempat juga para pemain warnet dan juga operatornya diperiksa polisi-polisi itu. Namun enggak berapa lama berselang, mereka dan beberapa unit monitor dan CPU diboyong masuk ke dalam mobil, selanjutnya mereka (petugas) pergi meninggalkan lokasi,” sambug pria yang mengenakan kaos berwarna hitam dan jeans biru itu.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah membenarkan adanya penggerebekan warnet tersebut. Namun ia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut sebab masih dilakukan pemeriksaan. (fad/02)




